Hit Counter :
615916
  • 28 Nopember 2007 - 06:10:13 AM

    KONSEP DAN TAHAPAN DALAM PENGEMBANGAN PRODUK BARU (Bagian 1)

    PENDAHULUAN

    Kompetisi industri telekomunikasi pada saat ini semakin ketat sejak adanya pergeseran dari era monopoli menjadi duopoli dan akhirnya saat ini terbentuk pasar telekomunikasi Oligopoli. Pasar ini membuat para operator telekomunikasi harus dapat menyusun strategi untuk meraih market share baik dari sisi jumlah pelanggan maupun revenue. Tiap operator perlu merumuskan dan menerapkan kebijakan strategis perusahaan yang  tepat  untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan. Selain penerapan kebijakan strategis, hal penting yang perlu mendapat perhatian khusus agar operator telekomunikasi dapat bertahan dan bersaing dengan para kompetitornya adalah pengembangan produk jasa baru.

     

    Hampir tidak ada perusahaan yang dapat luput dari pengaruh kemajuan teknologi dan munculnya produk-produk baru. Cepat atau lambat, hampir semua produk yang ada sekarang akan hilang dari pasar dan digantikan dengan produk-produk lain sehingga pertumbuhan dan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang akan tergantung dari kebijaksanaan produk yang didefinisikannya. Dalam kondisi saat ini, dimana perkembangan pasar sangat dinamis dan penuh persaingan, perusahaan akan sulit mempertahankan eksistensinya jika hanya bertahan pada produknya yang sekarang. Oleh karena itu, pengembangan produk baru merupakan suatu hal yang penting bagi perusahaan. Pengembangan tersebut meliputi pembuatan produk yang baru atau penyempurnaan dari produk yang sudah ada.


    Proses pengembangan produk baru juga disertai dengan berbagai resiko kegagalan. Untuk memperkecil resiko kegagalan, produk baru perlu dibuat berdasarkan konsep produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen serta dapat menciptakan kepuasan bagi konsumen. Dalam tulisan ini akan dijelaskan konsep-konsep dan tahapan yang diperlukan dalam pengembangan produk jasa baru pada operator telekomunikasi masa kini. Konsep-konsep yang dijelaskan disini bukan hanya bisa diterapkan bagi operator telekomunikasi saja, tapi juga dapat berlaku bagi perusahaan secara umum.

     

    TRANSFORMASI DARI INVENTION MENUJU INNOVATION

    Pengembangan produk atau jasa akan melalui suatu tahap yang dikenal dengan Invention. Invention adalah proses menemukan suatu teknologi dari tidak ada menjadi ada. Sedangkan Innovation adalah proses pembaharuan dari invention. Innovation melibatkan peluang yang ada di pasar dengan penemuan teknologi dan pengetahuan tentang teknologi baru. Sebagai contoh, temuan teknologi bluetooth, yang memungkinkan pertukaran data melalui koneksi wireless dengan daerah jangkauan sekitar 150 meter, saat ini telah diintegrasikan dalam media telepon selular (handphone), sehingga para pengguna handphone dapat lebih mudah saling bertukar data.

     

    Contoh lain adalah inovasi pada perusahaan minuman ringan Coca-cola dimana inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola Indonesia semakin besar dan dikenal luas. Melalui riset dan pengembangan (Research & Development), Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran, serta perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas tersendiri. Pada tahun 2002, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea, teh dalam kemasan botol dengan aroma bunga melati yang khas. Pada tahun 2003, Fanta menghadirkan campuran dua rasa buah, orange dan mango, yang disebut "Fanta Oranggo", setelah pada tahun sebelumnya sukses meluncurkan Fanta Nanas. Dengan inovasi, Coca-Cola yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.

     

    Pada proses inovasi ini, khususnya pada tahap inisiasi perlu dipertimbangkan bahwa inovasi yang dihasilkan dapat diterima oleh perusahaan maupun masyarakat. Jelas bahwa inovasi sangat diperlukan dalam pengembangan produk baru untuk memunculkan ide dan kreatifitas munculnya produk atau jasa baru yang dapat dimanfaatkan oleh para konsumennya.

     

    PERAN UNIT R&D

    Hasil inovasi yang lahir dari suatu perusahaan akan ditindaklanjuti dengan proses pengembangan produk atau jasa baru. Untuk itu perlu unit khusus yang menangani proses ini yaitu Unit R&D, Research&Development. Unit ini akan melakukan riset penelitian dari hasil inovasi untuk kemudian dikembangkan menjadi suatu produk atau jasa baru yang akan dilempar ke pasaran. Perusahaan yang sudah mapan biasanya mengalokasikan resourcesnya sekitar 5–10 % dari sales pada aktivitas R&D. Basic Research menuju kepada terciptanya invention, sedangkan Product Development dan engineering menuju kepada terciptanya Innovation.

     

    Ada tiga faktor yang harus dipertimbangkan bagi unit R&D dalam usahanya menerapkan formulasi strategi, yaitu :

    a)     Kompetensi Teknis

    b)     Kebutuhan Pasar

    c)     Corporate Interest

    Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa kompetensi teknis dari researcher diperlukan untuk melahirkan produk jasa yang berkualitas. Di lain pihak produk jasa yang dikembangkan juga harus memperhatikan kebutuhan pasar (memiliki commertial value) maupun kepentingan perusahaan, keduanya harus sejalan. Untuk itu diperlukan upaya untuk mencari apa yang dibutuhkan oleh pasar dan mencari invent-to-order bagi produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

     

    Fungsi Riset Bisnis perlu ditambahkan sebagai suatu sub unit dalam Unit R&D untuk menunjang keberhasilan suatu produk atau jasa baru agar sukses di pasaran. Sebagai contoh, TELKOM R&D Center telah melakukan restrukturisasi organisasi pada akhir tahun 2006 dan melahirkan satu bidang baru yaitu Bidang Research of Business. Bidang RoB tersebut meliputi 4 laboratorium dengan masing-masing fungsinya sebagai berikut :

    1. Business Strategy

    melaksanakan riset dan pengembangan bisnis

    1. Business Performance

    Melakukan evaluasi dan identifikasi performansi bisnis

    1. Business Competitiveness

    Menyediakan data pasar, pelanggan dan kompetitor yang kompetitif

    1. Industrial Partnership

    Melakukan pengembangan hubungan kemitraan yang strategis dengan institusi yang relevan.

     

     

    INOVASI TECHNOLOGY PUSH VS NEED PULL

    Pada tahap eksplorasi ada 3 pola proses pengenalan dan pengembangan produk/jasa baru yaitu :

    1.      Menarik Pasar (Need Pull/Market  Pull)

    Menurut pandangan ini, “Anda harus membuat apa yang dapat dijual”. Produk baru ditentukan oleh pasar berdasarkan kebutuhan pelanggan. Jenis produk baru ditentukan melalui penelitian pasar & umpan balik pelanggan, dgn sedikit perhatian terhadap teknologi. Need Pull akan menuju pada terbentuknya incremental innovation.

     

                        Gambar 1. Aliran aktivitas dari Model Technology Push

     

    2.      Mendorong Teknologi (Technology Push)

    Pandangan ini menyarankan “Anda harus menjual apa yang dapat anda buat”. Produk baru diperoleh dari teknologi produksi, penggunaan teknologi yang canggih dan kemudahan operasi, dengan sedikit perhatian terhadap pasar. Dengan kata lain suatu produk atau teknologi baru didorong atau dijual ke pasar (potential customer) yang tidak meminta atau mengetahui perihal produk atau teknologi baru tersebut. Technolgy  Push akan menuju kepada radical innovation.

     

                          Gambar 2. Aliran aktivitas dari Model Need Pull

     

    3.      Antar fungsional (Interfunctional)

    Produk baru memerlukan kerjasama diantara pemasaran, operasi, keterampilan teknik, dan fungsi lainnya sehingga menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan dengan penggunaan teknologi yang memberikan manfaat terbaik.

     

    Untuk kesuksesan inovasi produk atau jasa baru diperlukan kombinasi dari kedua model pertama yaitu proses technical-linking dan need-linking. Selain itu ada tiga elemen yang menjadi konsideran dalam menciptakan peluang bisnis baru yaitu : relevant problem, technology sources dan market demand.

     

    LEAD USER RESEARCH

    Lead User research adalah salah satu metodologi yang diyakini dapat memberikan kunci sukses bagi terobosan produk/jasa baru. Dasar pemikiran metodologi ini adalah adanya Lead User yaitu spesifik konsumen/individual yang memiliki pengalaman kebutuhan lebih dahulu/mendahului dari konsumen/individual yang lain. Dengan melibatkan team khusus yang terdiri dari para expert pada kelompok lead user ini, maka akan didapatkan suatu temuan inovasi yang sangat berharga.

     

    Beberapa contoh peran serta lead user dalam suatu terobosan inovasi baru antara lain :

    -         Protein untuk hair conditioner ditemukan oleh seorang wanita di tahun 1950 yang mempunyai ramuan tradisional yang terdiri dari bir atau telur untuk tubuh agar lebih bersinar.

    -         Minuman Gatorade, diproduksi di Florida berdasarkan masukan dari para atlet sebagai lead user.

    -         Speaker Bose, sukses menjadi pioneer high fidelity speaker untuk musik latar tahun 1980, didapat dari pengalaman Jim Sanchez saat mendengarkan musik latar dari toko CD lokal di Boston area Strawberries.

     

    Karakteristik Lead User

    1.   Lead User memiliki kebutuhan produk/jasa baru yang nanti akan memasyarakat, akan tetapi mereka telah menemukan kebutuhan tersebut beberapa bulan/tahun sebelum masyarakat umum menghadapinya.

    2.   Lead User mengharapkan manfaat yang signifikan dengan menemukan solusi dari kebutuhannya. Sebagai hasilnya, mereka mengembangkan sendiri produk/jasa baru tanpa menunggu produk/jasa tersebut tersedia secara komersial.

    3.   Lead User tidak sama dengan early adopter (First user yang membeli suatu produk /jasa eksisting). Lead user dihadapkan pada kebutuhan akan suatu produk/jasa yang belum ada di pasaran.

     

    Melalui metodologi Lead user ini akan didapatkan beberapa manfaat sebagai berikut :

    1.      Memperoleh akses informasi yang lebih kaya dan reliable melalui kebutuhan customer yang dapat diperoleh melalui traditional market research. Metode Lead User melengkapi kebutuhan untuk traditional market research bukan menggantikan.

    2.      Pengembangan konsep produk/jasa yang lebih baik karena berasal dari data konsumen yang lebih baik.

    3.      Akselerasi proses pengembangan produk/jasa.

     

    Tahapan Metodologi Lead User Research

    Ada empat tahapan yang harus dilakukan dalam Lead User Research, yaitu :

    a. Stage 1: Project Planning (4-6 minggu)

    • Membuat master plan
    • Mempelajari current market place
    • Merumuskan fokus projek

    b. Stage 2: Trends/Needs Identification (5-6 minggu)

    • Melakukan studi literatur
    • Melakukan Interview kepada top expert.
    • Analisa data, dan menentukan kebutuhan yang lebih mengerucut

    c. Stage 3: Preliminary Concept Generation (5-6 minggu)

    • Interview lead user dan expert
    • Pengumpulan data untuk bisnis case
    • Mendefinisikan kebutuhan produk/jasa baru – buat draft konsep

    d. Stage 4: Final Concept Development (5-6 minggu)

    • Perencanaan Workshop Lead user
    • Mengundang partisipan
    • Pelaksanaan workshop –> perbaikan konsep dengan melibatkan lead user/expert
    • Finalisasi konsep

     

    KESIMPULAN

    Dalam pengembangan produk atau jasa, banyak hal yang diperlukan demi kesuksesan produk atau jasa yang baru, diantaranya proses Inovasi yang mengawalinya, dimana inovasi ini perlu terus dikembangkan demi kelangsungan bisnis perusahaan (never ending innovation). Selain itu peran lembaga R&D, dan proses untuk menghasilkan inovasi baik melalui Technology Push/Need Pull maupun tahapan Lead User Research merupakan tahapan yang hendaknya dilakukan dalam pengembangan produk/jasa baru. Pada tulisan selanjutnya (bagian 2), akan dijelaskan beberapa konsep mengenai Technology Sourcing, Learning Cycle dalam produk baru dan pentingnya Product Integrity.

     

    DAFTAR REFERENSI

    1.      Robert A. Burgelman,  “Strategic Management of technology and innovation”, Mc Graw Hill, 2004

    2.      McMaster University, “Notes from 9th Annual Canadian MBA Conference: Management Of Technology”, http://gaussling.wordpress.com/2007/01/02/market-pull-and-technology-push/,

    3.      http://www.sfu.ca/~mvolker/biz/pushpull.htm

    4.      http://digilib.ti.itb.ac.id/go.php?id=jbptitbti-gdl-s1-1997-pramudyoag-194

    5.      http://www.coca-colabottling.co.id/ina/ourbusiness/index.php?act=inovation

     

     

    Andreas W. Yanuardi, Penulis bekerja di Lab. Industrial Partnership-TELKOM R&D Center. Saat ini menangani proses kerjasama kemitraan dan merintis pembentukan dan sponsorhip komunitas ICT.

    Disclaimer: Isi diluar tanggung jawab Redaksi

Arsip Artikel



Data 1 - 4 of 105 [Total 27 Pages]